Hari Pangan Sedunia: Mengenal Makanan Kaleng yang Diproses dengan Benar
Setiap 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Momen ini mengajak kita memikirkan cara menyediakan makanan yang aman dan tidak terbuang sia-sia. Salah satu teknologi pangan yang sudah lama membantu hal itu adalah pengalengan. Sayangnya, masih banyak anggapan keliru tentang makanan kaleng, misalnya bahwa makanan kaleng pasti memakai banyak pengawet.
Bagaimana makanan kaleng dibuat awet?
Prinsip pengalengan sederhana: makanan dimasukkan ke kaleng, ditutup rapat, lalu dipanaskan pada suhu tinggi. Proses sterilisasi ini mematikan mikroorganisme penyebab kerusakan. Karena kaleng tertutup rapat, mikroorganisme dari luar tidak dapat masuk kembali. Dengan proses yang benar, makanan kaleng dapat tahan lama tanpa memerlukan pengawet buatan.
Empal gentong dan empal asem kaleng Haji Apud diproses dengan sterilisasi suhu tinggi tanpa pengawet buatan, dan tahan hingga 1 tahun di suhu ruang selama segel belum dibuka.
Membantu mengurangi makanan terbuang
Makanan segar yang tidak habis tepat waktu sering berakhir di tempat sampah. Makanan kaleng memberi pilihan lain: disimpan lebih lama dan baru dibuka saat dibutuhkan. Bagi rumah tangga kecil, anak kos, atau pekerja yang jarang memasak, ini membantu mengurangi makanan yang terbuang.
Cara memilih makanan kaleng yang layak
- Periksa kemasan: jangan pilih kaleng yang menggembung, bocor, atau penyok parah di bagian sambungan.
- Baca label: perhatikan berat bersih, informasi halal, izin edar, dan tanggal pada kemasan.
- Beli dari sumber jelas: produsen atau toko resmi lebih mudah dimintai pertanggungjawaban bila ada masalah.
Cara menyimpan dan menyajikan
- Simpan kaleng tertutup di tempat kering dan sejuk, jauh dari sinar matahari langsung.
- Saat akan dimakan, pindahkan isi ke panci atau mangkuk sebelum dipanaskan.
- Sisa yang sudah dibuka disimpan di wadah tertutup dalam kulkas dan dihabiskan secepatnya.
Kuliner daerah yang bisa bepergian
Pengalengan juga membuka kesempatan bagi kuliner daerah untuk dinikmati jauh dari tempat asalnya. Empal gentong yang dulu hanya bisa dinikmati di Cirebon kini bisa sampai ke meja makan di kota lain. Kenali pilihannya di halaman produk kaleng Haji Apud, atau baca penjelasan lebih lengkap tentang empal gentong kaleng.