Haji Apud
Berita Kuliner

Docang: Sarapan Khas Cirebon yang Jarang Ditemui di Kota Lain

• Tim Redaksi Haji Apud

Kalau Anda berkesempatan sarapan di Cirebon, carilah docang. Hidangan ini jarang dijumpai di kota lain, sehingga menjadi salah satu pengalaman kuliner yang paling "Cirebon". Sekilas mirip lontong sayur, tetapi rasa dan isinya sangat berbeda.

Apa isi docang?

  • Lontong yang dipotong-potong
  • Daun singkong rebus
  • Tauge
  • Parutan kelapa
  • Kerupuk sebagai taburan
  • Disiram kuah dage yang hangat

Apa itu kuah dage?

Dage adalah bahan fermentasi yang dibuat dari ampas kelapa atau bahan lain yang difermentasi, mirip konsep oncom. Kuah dage memberi rasa gurih yang dalam dengan aroma khas. Untuk lidah yang belum terbiasa, rasanya mungkin terasa unik, tetapi justru inilah yang membuat docang dicari para penggemarnya.

Bagaimana rasanya?

Docang terasa gurih, segar dari sayuran, dan ringan di perut. Teksturnya beragam: lontong yang lembut, tauge yang renyah, parutan kelapa yang sedikit berminyak, lalu kerupuk yang perlahan melunak di kuah. Banyak orang menambahkan sambal agar lebih bersemangat di pagi hari.

Kapan waktu terbaik mencarinya?

Docang umumnya dijual pagi hari, dari subuh hingga menjelang siang. Banyak penjual yang sudah habis sebelum tengah hari, jadi datanglah lebih awal.

Docang, empal gentong, dan rangkaian sarapan Cirebon

Cirebon punya banyak pilihan sarapan: nasi jamblang, nasi lengko, docang, dan tentu empal gentong. Jika menginap semalam di Cirebon, Anda bisa mencoba docang pada pagi pertama, lalu empal gentong sebagai makan siang.

Lanjutkan perjalanan kuliner Anda